Dunia terasa penuh!! Terutama buat saya yang ewuh pakewuh. Semua orang semakin menampilkan dirinya sendiri. Semua penduduk
Fauzi Bowo konsentrasi penuh bersiap-siap menjelaskan tentang apa yang sudah dicapai di 100 hari pertamanya. Ancaman nyata banjir, macet tak berujung, jurang ekonomi yang semakin lebar dan dalam, kriminalitas, jalan bolong-bolong, dan carut marut bus
Infotainment terus mengejar kabar perceraian artis berikutnya, pengusaha tahu tempe lelah sampai stop operasi karena harga kedelai menukik tajam, kasus kematian Munir terus dikejar pengungkapannya oleh pers, mantan penguasa sakit berat, teman saya pusing memikirkan sang pujaan hati yang tidak tegas bersikap meimilih siapa, anggota DPR akan mendapat tunjangan belasan juta rupiah karena rumah dinasnya akan direnovasi, surat pembaca di Kompas yang bercerita tentang sulitnya mengurus paspor di Hari Kejepit Nasional padahal liburan sudah terjadwal, seorang seleb blog sibuk mem-publish pengalaman karaoke bersama teman-temannya akhir pekan lalu, teman saya yang lain yang sebulan ini sibuk mengatur jadwal dan arah hati untuk dua orang pacarnya.
Dari setting sebuah pertemuan keluarga yang membahas pilihan travel agent mana yang akan dipilih untuk berangkat umroh sekeluarga…. sampai gerbang depan sebuah pasar tradisonal tempat seorang bapak tua menjual kue cubit.
Sampai saya mengetik kalimat ini, pembantu saya tetap tidak menyekolahkan anaknya karena tidak mampu, dan saya belum kunjung mendapat ‘jodoh dompet’…
Tuhan…… biarkan kami semua hidup damai, tenteram, bahagia dan sejahtera. Pasti bukan sesuatu yang sulit bagiMu. Ya
1 komentar:
Pinter banget d ngerayu Tuhannya, hehe. postingan ini breathe relieving dod. Jodoh dompetnya didoakan terus kok, sim kuring, smoga lancar sadayana. Kumaha barudak Nakuru? kalo jodoh dompetnya dah bikin penuh sesak isi dompet kita mari kita mudik ke Kenya, Jakarta sudah begitu kejam rasanya hehe...
Posting Komentar